• Jokowi/Amin 34.895

    91.80%

    Prabowo/Sandi 3.115

    8.20%

  • Gerindra 2.283

    6.08%

    PKB 4.178

    11.13%

  • Golkar 2.495

    6.65%

    PDIP 3.034

    8.08%

  • Nasdem 3.656

    9.74%

    PKPI 2.541

    6.77%

  • Berkarya 2.522

    6.72%

    PKS 2.380

    6.34%

  • Perindo 1.383

    3.69%

    PPP 771

    2.05%

  • Demokrat 3.698

    9.85%

    PAN 1.195

    3.18%

  • Hanura 2.864

    7.63%

    PSI 1.667

    4.44%

  • Garuda 1.202

    3.02%

    PBB 1.659

    4.42%

logo
header-add

Proyek Inovasi Penataan Arsip Data Pemilih Secara Elektronik

25 January 2021 159

Proyek_Inovasi_Penataan_Arsip_Data_Pemilih_Secara_Elektronik.jpeg

KPU sumba Tengah telah berhasil menyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Tahun 2018 dan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak Tahun 2019 secara LUBER (Langsung, Umum, Bersih) dan JURDIL (Jujur dan Adil). Sebagai Salah satu tahapan dalam Pilkada dan Pemilu, Pemutakhiran data pemilih merupakan kegiatan rutin yang bersifat berkelanjutan untuk mendata setiap warga negara yang telah memenuhi syarat-syarat sebagai pemilih. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap warga Negara yang telah memenuhi syarat tidak kehilangan hak politiknya pada setiap penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada.

Dalam prosesnya, pemuktahiran data pemilih menghasilkan banyak arsip data pemilih. Arsip data pemilih merupakan rekaman kegiatan dan peristiwa dalam berbagai bentuk dan media yang berhubungan dengan data pemilih yang dibuat dan diterima oleh KPU. Mengingat pentingnya data pemilih dalam Pilkada dan Pemilu, maka diperlukan pengelolaan pengarsipan data pemilih secara baik dalam sebuah kerangka sistem yang benar untuk dapat dipergunakan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Pengelolaan arsip yang baik akan sangat menunjang kegiatan administrasi dan pendataan data pemilih yang lebih lancar. Beberapa persoalan pendataan pemilih karena lemahnya pengelolaan pengarsipan dokumen adalah :

1.Tidak Sinkronnya data yang dihasilkan antara data pemutakhiran dan rekapan data

2.Hilangnya dokumen pendukung pemutakhiran data pemilih dari PPK dan PPS

3.Terjadinya polemik data karena karena tidak didukung data arsip pendukung

4.Kesulitan menemukan dokumen arsip secara cepat dan tepat pada saaat dibutuhkan karena terjadi penumpukan arsip data pemilih secara tidak teratur.

Dari berbagai permasalahan tersebut, kasus terbanyak dan terjadi pada hampir seluruh instansi pemerintah adalah penumpukan arsip-arsip dari  semua sub bagian yang berlangsung setiap tahun. 

Seiring dengan perkembangan jaman, KPU Sumba Tengah berusaha untuk memperbaki diri dan menyesuaikan sistem kerja di internal KPU dengan perkembangan teknologi jaman sekarang. Salah satunya dengan mengoptimalkan proses pengarsipan data pemilih. Menurut Anna Irmina Nahak (Pegawai KPU Sumba Tengah), “Berbagai promblematika pengarsipan yang kurang baik dan adanya tuntutan pelayanan prima kepada KPU dalam menyelenggarakan Pilkada dan Pemilu menjadi dasar acuan untuk mengelolah dan menyimpan arsip data pemilih menggunakan aplikasi online Google Drive”. 

Proyek inovasi ini akan dikerjakan sebagai bentuk tanggung jawab dalam mengemban tugas pengabdian sebagai abdi negara. Proyek ini juga merupakan tugas proyek inovasi dalam rangka mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (DIKLATSAR) Lingkup KPU Provinsi NTT.

Diharapkan dengan pengerjaan proyek inovasi ini, akan membantu dalam mendokumentasikan, mengolah dan menyimpan setiap proses pemutakhiran data pemilih. Sehingga apabila diperlukan, akan memudahkan KPU Sumba Tengah untuk mencari dan mengaksesnya kembali untuk menunjang berbagai proses pemutakhiran data pemilih selanjutnya dan berbagai tahapan Pilkada dan Pemilu selanjutnya. 

Selanjutnya untuk menjamin keamanan data pemilih dari pihak yang tidak bertanggung jawab, maka Anna Irmina Nahak bersama mentornya Felix K.U. Djuka yang bertanggung jawab dalam proyek inovasi ini hanya menyimpan rekapan jumlah data pemilih pertahapan Pemilu pada google drive. 

Arsip adalah aset sangat berharga yang perlu dipelihara dan dilestarikan sebagai salah satu warisan bagi generasi. Menurut Ibu Anna Irmina bahwa tingkat keberadaban suatu bangsa dapat dilihat dari pemeliharaan dan pelestarian terhadap aset-asetnya. (F.U.J)